Aliansi Terapeutik
therapeutic alliance
Ringkasan Singkat
Hubungan kerja kolaboratif antara klien dan terapis yang ditandai dengan kepercayaan, kesepakatan tujuan, dan tugas terapi yang dipahami bersama.
Aliansi Terapeutik sering dianggap sebagai prediktor terpenting dari keberhasilan psikoterapi, melampaui teknik spesifik yang digunakan. Konsep ini terdiri dari tiga komponen utama: (1) ikatan emosional (trust), (2) kesepakatan tentang tujuan terapi, dan (3) kesepakatan tentang tugas-tugas yang diperlukan untuk mencapai tujuan tersebut.
Terapis yang mampu membangun aliansi yang kuat cenderung menunjukkan empati, kehangatan, dan ketulusan. Ketika aliansi ini terjalin dengan baik, klien merasa aman untuk mengeksplorasi masalah yang menyakitkan dan lebih termotivasi untuk melakukan perubahan perilaku yang sulit.
Referensi Yang Bisa Anda Gunakan
- Bordin, E. S. (1979). The generalizability of the psychoanalytic concept of the working alliance.
- Horvath, A. O., & Bedi, R. P. (2002). The therapeutic alliance.
Peringatan Sitasi Akademik
Halaman ini disusun murni sebagai alat bantu pemahaman awal. Dilarang keras mengutip halaman ini sebagai sitasi utama dalam karya ilmiah atau tugas akhir. Silakan gunakan literatur primer yang tercantum pada daftar pustaka.